Senin, 22 Agustus 2011

Tes On line siswa SMA 2 Tegal

video

silahkan Kunjungi Blog media Pembelajaran Biologi SMA di
http://sudarmanto-spd.blogspot.com/2011/07/10.html

Kamis, 08 Juli 2010

AKANKAH GURU SERTIFIKASI MENGGANTI KAN GURU YANG HILANG?

Di suatu negeri dalam sebuah lokus sejarah di suatu jaman, ada lima orang guru yang baik dan mulia. Kehadiran ke-lima orang guru mulia ini secara nyata menjadi agen perubahan sosial. Berbagai perbaikan tata kehidupan di sekolah bahkan di masyarakat segera dapat dilihat.Guru-guru ini pernah mengabdikan dirinya dengan segala totalitas sehingga menghasilkan siswa yang berprestasi dan mampu mengembangan diri secara optimal. Seiring perguliran waktu, perubahan demi perubahan terjadi sebagai sebuah keniscayaan sejarah.Sejarah mencatat ke-lima guru tersebut telah hilang.

Guru yang pertama, di antara ke-lima guru utama itu usianya semakin tua, sakit sebentar dan akhirnya meninggal dunia. Setelah meninggal dunia tentu tidak lagi bisa memberikan pelajaran pada anak didiknya. Tulusnya pengabdian dan besarnya cinta beliau menyebabkan banyak siswanya yang sudah sukses datang ke sekolah dan mencarinya, ketika tahu beliau sudah wafat para siswa pun mencari pusara peristirahatan terakhirnya. Siswa di sekolah itu yang hadir belakangan hanya mendengar sebuah kisah yang terasa seperti dongeng saja. Dongeng guru mulia yang pernah ada di sekolah tetapi sudah meninggal dunia. Selama hidup, beliau selalu berbuat,memberi pengetahuan dan teladan serta menganjurkan kebaikan kepada anak didiknya. Beliau hampir tidak pernah berlaku tercela apalagi korupsi uang negara. Doa-doa dari orang yang pernah mengenal beliau mengalir dari mana-mana. Hidupnya penuh dihiasi oleh perilaku berpahala. Guru ini , insaallah istirahat dengan tenang di alam kuburnya: khusnul khotimah.

Guru ke dua mendapat penghargaan dari pimpinan wilayah atas prestasi kerjanya dan diberi kehormatan menjadi seorang Kepala Sekolah di sekolah lain. Setelah menjadi Kepala Sekolah, walaupun secara teori tetap seorang guru dengan tugas tambahan, ternyata tetap berbeda. Kesibukannya menjadi top leader dan top manager telah memindahkan fokus energinya dan beliau pun “di jauhkan” dari dunia siswa yang sangat di cintainya. Beredar desas-desus bahwa guru mulia ini pada awalnya menderita gangguan tidur bertugas sebagai Kepala Sekolah. Beliau merasa tercabut dari relung kehidupan yang sudah merasuk dalam jiwanya. Beberapa saat kemudian entah dengan suka atau terpaksa- (hanya dirinya dan Tuhan yang tahu)- beliau beradaptasi sehingga benar-benar menjadi seorang Kepala Sekolah. Kepala sekolah adalah sosok yang “berkuasa” dan memimpin para guru, bukan lagi guru seperti dulu. Sebagai guru IPA, beliau penganut darwinisme yang percaya bahwa dengan kemampuan beradaptasi terhadap segala situasi yang melingkupinya sebentuk kehidupan akan lestari. Sayangnya adaptasi seringkali dipahami bahwa seseorang harus menggeser keyakinan terhadap prinsip-prinsip ketulusan dan bekarja tanpa pamrih. Lebih tidak menggembirakan lagi sangat sering terdengar pernyataan beliau di hadapan para guru,”sesungguhnya saya lebih menikmati tugas menjadi guru.”Pernyataan ini menjadi satu kontradiksi karena ketika ada penilaian terhadap kinerjanya,beliau berusaha mati-matian dengan segala cara agar jangan sampai jabatannya sebagai Kepala Sekolah terlepas.

Guru ketiga adalah seorang guru yang sangat banyak melakukan penelitian. Akhirnya guru ini menjadi sangat sibuk.Kegiatan utamanya adalah presentasi hasil penelitian di berbagai forum diskusi ilmiah. Waktu telah merubahnya menjadi sosok yang sangat teoritis. Guru ini tersanjung oleh decak kagum dan riuhnya tepukan peserta-peserta seminar. Semakin jauh dari anak-anak yang begitu merindukannya, begitu membutuhkan curahan perhatian dan kreativitas beliau dalam mengajar.Pada suatu saat, seorang peserta seminar bertanya bagaimana beliau mengatur waktu untuk seminar dan berinteraksi dengan siswanya.Ya saya sadari hal itu, tetapi bagaimana lagi arus kehidupanlah yang telah membawa saya sampai ke situasi seperti saat ini,”demikian komentar sang peneliti Jawaban beliau ini jika dicermati sungguh tidak logis,bagaimana mungkin seorang peneliti hebat seperti beliau dalam mengambil keputusan hidupnya hanya mengalir ikut arus kehidupan ? Bukankah seharusnya beliau sudah sangat banyak belajar menentukan pilhan dan mengendalikan variabel-variabel penelitian? Mengapa beliau begitu mudah pasrah terhadap arus? Arus kehidupan seperti apa gerangan yang telah menghanyutkan beliau?

Seorang guru yang lainnya terserap oleh rasa CINTA dan ketulusan akhirnya dianggap gila. Beliau sangat ingin menegakkan nilai-nilai luhur kemanusiaan seperti keteladanan, kasih sayang, kejujuran, keadilan dan selalu berusaha mewujudkan kebaikan. Hidup bersih dan berada di garis edar kehidupan yang lurus menjadi aneh dalam kacamata sistem yang rancu dan penuh kepura-puraan. Orang baik seperti ini akhirnya di pinggirkan karena dipandang hanya menjadi ganjalan dalam kehidupan yang realistis dan pragmatis. Idenya yang lurus, lugas dan jujur berdasarkan suara kebenaran sejati terlalu keras beliau suarakan. Sikap keras itu sebagaimana cadas atau berbagai logam. Letak batu cadas atau logam seperti besi, nikel atau bahkan emas harus berada di lapisan bumi yang cukup dalam alias di kubur. Sosok guru yang seperti ini pun akhirnya terkubur atau dikubur.Mengapa? Jika dunia pendidikan ibarat lahan pertanian.Secara pragmatis para “petani pendidikan” yakin bahwa jenis batu atau logam walaupun emas sekalipun tidak bisa menjadi media untuk menumbuhkan tanaman budidaya. Apalagi untuk menumbuhkan tanaman produksi jangka pendek sesuai tuntutan pasar. Saat ini pasar sedang mengutamakan kuantitas dan tidak memperhitungkan kualitas. Guru seperti beliau menjadi berpredikat “gila” karena tidak mau menyepakati “kebenaran” yang diyakini banyak pihak. Apa pun resikonya pendidikan yang benar hari ini adalah yang mengikuti selera pasar. Pikiran dan sikap idealis seringkali menghambat laju perdagangan jadi sebaiknya disimpan saja. Kalau pun idealisme masih diperlukan, cukup sebagai bahan pemanis orasi di depan publik ketika tawar-menawar dana pendidikan yang semakin mahal.

Dari ke-lima orang guru yang mulia itu kini hanya tersisa seorang saja. Tetapi, guru terakhir ini pun di rongrong oleh rasa frustasi. Sendiri di belantara kehidupan yang terasa semakin menyisihkan diri,rasa dan pemikirannya. Beliau lelah menghadapi gegap gempitanya persoalan di lapangan pendidkan yang terkadang semakin tidak logis. Sekolah gratis tetapi bersamaan dengan gencarnya informasi tersebut hadir sekolah-sekolah yang beayanya semakin mahal dengan berbagai label baru. Banyak sekolah yang seolah-olah anak orang miskin tidak boleh masuk walaupun sangat cerdas dan berbakat .Beliau sendiri bingung ketika anak kandungnya ingin kuliah. Pendapatannya sebagai guru tidak cukup untuk membayar beaya kuliah. Akhirnya, beliau memutuskan untuk berkelana mencari sahabat dalam kehidupan. Sebagai guru matematika beliau paham teori dasar himpunan bahwa dirinya harus mencari himpunan dengan anggota yang sejenis. Beliau bahkan merasa harus memasuki semesta himpunan kosong yang walaupun tidak ada tetap eksis dan dibicarakan. Beliau ingin menjadi pertapa agar dapat memasuki semesta ke-takberhingga-an. Jadilah guru mulia yang terakhir ini seorang pengembara kehidupan yang mencari cinta tanpa memerlukan lagi sumbu yang memetakan titik koordinat dirinya.Hilang lagi seorang guru mulia dari percaturan dunia pendidikan.Bahkan guru ke lima ini benar-benar hilang entah ke mana tidak ada yang tahu rimbanya.
Sejak hilangnya ke-lima guru tersebut, pembelajaran di kelas-kelas diserahkan kepada para guru seadanya. Beberapa diantara guru yang ada adalah orang-orang yang terpaksa menjadi guru.Orang-orang yang menjadikan guru sekedar sebagai sarana mencari penghidupan dan tidak menghayati tugasnya sebagai guru.Rasa terpaksa ditambah kurangnya disiplin ilmu pendidikan yang memadai menumpuk menjadi gumpalan yang serupa sampah dalam interaksi di kelas-kelas. Pembelajaran menjadi kering jauh dari sentuhan kasih sayang dan saling pengertian.Transfer pengetahuan menjadi komoditi jasa yang dijual guru dan dibeli siswa. Pendidikan tidak lagi megubah manusia biologis menjadi manusia bermoral dan berbudaya. Hardik dan cerca, pemangkasan kreativitas anak didik, bahkan kekerasan fisik menjadi warna yang mencoreng wajah pendidikan. Semakin lengkaplah konstruksi sebuah generasi bangsa di bangun di atas struktur mental dan moral yang tidak jelas.Lahirlah di masyarakat negeri itu sekelompok manusia cerdas dengan mental maling dan moral penjahat. Dan, sejarah membuktikan betapa tidak amanahnya orang-orang dalam segala sisi kehidupan setelah hilangnya kelima guru utama itu.
Dalam setiap kurun sejarah semua hal akan mencaapai titik kulminasi dan terjadilah perubahan.Walau tak pernah tahu kapan semua akan berakhir, semua carut marut ini pasti berakhir. Menurut sebuah prediksi logis berbau penerawangan metafisik,perbaikan itu akan segera terjadi. Dalam waktu yang tidak lama lagi akan muncul gelombang pembaharuan pendidikan di negeri ini yang di gerakan oleh sekelompok guru profesional dan bersertifikasi. Bahkan gejala itu sudah dapat terbaca sekarang, generasi muda yang berasal dari kalangan “siswa cerdas di sma bonafid” berbondong-bondong mendaftarkan diri menjadi calon guru!!! Kabarnya pula lembaga-lembaga pencetak guru pun sekarang terus berpacu memperbaiki diri dan mengantisipasi dinamika jaman.(Saya mendengar cerita sahabat saya yang sekarang menjadi dosen di sebuah LPTK harus kurang disukai mahasiswanya yang pragmatis karena masih sangat tinggi memegang komitmen keilmuannya. Beliau kukuh berbuat demikian karena sadar sedang menyiapkan calon guru).
Akankah guru-guru yang hilang itu tergantikan dengan yang lebih baik ? Sejarah yang akan menjawab pertanyaan ini. Bahwa fakta di lapangan proses sertifikasi guru masih banyak hal yang aneh-aneh adalah biasa. Misalnya saja dulu pernah disinyalir ada pengumpulan berkas yang penuh rekayasa. Guru kok ya tega ngapusi ya? Tidak malu lagi. Tapi sudahlah, barangkali negeri ini sudah ditakdirkan sebagai negeri yang aneh.Ini contoh kepercayaan takhayul yang membuat malas, salah satu keanehan yang sudah kita kenal dari dulu : Kayu dan batu jadi tanaman ? Bukan lautan hanya kolam susu? Dan kalau mau mencari masih banyak lagi cara berpikir yang lucu-lucu di negeri ini. Hal paling hangat misalnya sesuatu yang jelas pun hanya di sebut “mirip” konon demi menjaga kehormatan.Kehormatan siapa? Kehormatan orang berduit yang berlaku tidak etis, tidak bermoral dan merusak bangsa. Setidaknya walaupun tidak sama,dalam dunia pendidikan kita bersama bisa berharap akan ada guru-guru dan dosen sertifikasi yang profesional atau setidaknya” mirip” guru profesional,demi sebuah kehormatan

Minggu, 31 Januari 2010

Agenda SMA 2 Tegal

Selasa, 17 November 2009

Solusi Mesin Bensin 4 Tak Pada Saat Banjir


Meski bulan Maret sudah hampir berakhir, ternyata hujan masih saja menderas. Karena sistem pembuangan air yang tidak bagus dan jalan yang berlubang-lubang, genangan air di mana-mana. Bahkan, ada pula jalan yang banjir.

Langkah apa yang perlu dilakukan bikers saat motornya–terutama yang 4 tak–terkena banjir?

Berikut ini adalah 10 langkah yang dapat dijalankan:

  1. Lepaskan filter udara dari sarangannya dan keringkan dengan lap.
  2. Keringkan koil dan distributor serta kabel busi dari air.
  3. Kuras oli mesin sampai habis dan bersihkan filter oli.
  4. Isi mesin dengan ” Oli spesial yang larut dengan air”.
  5. Gerakkan mesin dengan starter kaki tanpa dikontak sekitar 30 kali (posisi katup bensin tertutup)
  6. Kuras oli pelarut tersebut sampai habis dan perhatikan warnanya bila oli tersebut berwarna putih susu menandakan ada air yang dilarutkannya dan tunggu sekitar satu jam agar semua cairan oli pelarut terkuras habis.
  7. Isi mesin dengan oli, dan setelah isi oli cukup hidupkan mesin
  8. Jalankan mesin sampai 1 jam agar mesin cukup panas.
  9. Kuras kembali oli dari dalam mesin dan pastikan sudah tidak ada air dalam oli dan pada filter oli.
  10. Isi dengan oli dan jalankan mesin seperti biasa.

MESIN MILLING DAN JENISNYA


MESIN MILLING
JENIS-JENIS MESIN MILLING DAN PERBEDAANNYA
Spindle Head : bagian dari mesin miling yang berfungsi sebagai tempat untuk memasang tool holder (arbor) dan memutar cutter untuk menyayat benda kerja
1. Mesin milling vertikal
Mesin milling yang kedudukan spindelnya terpasang tegak pada kepaa mesin. Spindel ini dapat diputar ke kanan dan ke kiri serta dapat digerakkan naik turun secara otomatis maupun diputar.
2. Mesin milling horisontal
Mesin milling yamg kedudukan spindelnya terpasang mendatar pada kepala mesin. Mesin ini cocok untuk semua pekerjaan milling dan mempunyai banyak jenis spindel yang dipasang mendatar
Tiang mesin menopang : Spindel yang mendatar, gerak pamakanan. Dan gerakan utama.
3. Mesin miling Universal.
Mesin miling yang kedudukan spindelnya dapat diatur atau diubah-ubah mendatar atau tegak pada kepala yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan.
Jenis-jenis mesin milling antara lain:
1. Plano milling/planer : mesin milling yang fungsinya untuk mengerjakan benda kerja yang relatif besar, panjang dan berat
2. Surface milling : jenis mesin millig yang digunakan untuk
produksi masal

Senin, 16 November 2009

Mesin CNC


MesinCNC adalah mesin yang digerakan dengan tiga komponen yaitu Mekanik, Elektrik dan Komputer.

Mesin CNC


Mesin CNC adalah mesin yang digerakn dengan tiga komponen yaitu mekanik, listrik dan komputer.